pengertian prototype

Apa yang di sebut prototype? Mengapa perlu memuat prototype?
Prototype adalah sebuah Javascript Framework yang dibuat untuk lebih memudahkan
proses dalam membangun aplikasi berbasis web.
Mengapa perlu memuat prototype?
Karena prototype adalah Metode protyping sebagai suatu paradigma baru dalam
pengembangan sistem informasi, tidak hanya sekedar suatu evolusi dari metode
pengembangan sistem informasi yang sudah ada, tetapi sekaligus merupakan revolusi
dalam pengembangan sistem informasi manajemen, suatu proses untuk membangun
solusi perancangan yang kongkrit dan visibel yang berawal dari kebutuhan pengguna.
· Untuk menangkap, memvalidasi dan mereview kebutuhan.
· Merangsang kreativitas perancang dan partisipasi pengguna.
· Mendapatkan informasi dan pemahaman tentang pengalaman pengguna.
· Estimasi dan validasi tentang kesulitan perancangan, keputusan dan
keuntungan biaya.
· Investigasi, explorasi dan pembandingansolusi perancangan yang
berbeda.
Keuntungan dari prototipe
· Menghasilkan syarat yang lebih baik dari produksi yang dihasilkan
· oleh metode ‘spesifikasi tulisan’.
· User dapat mempertimbangkan sedikit perubahan selama masih
· bentuk prototipe.
· Memberikan hasil yang lebih akurat dari pada perkiraan
· sebelumnya, karena fungsi yang diinginkan dan kerumitannya
· sudah dapat diketahui dengan baik.
· User merasa puas.
· Pertama, user dapat mengenal melalui
· komputer. Dengan melakukan prototipe (dengan analisis yang
· sudah ada), user belajar mengenai komputer dan aplikasi yang
· akan dibuatkan untuknya.
· Kedua, user terlibat langsung dari awal
· dan memotivasi semangat untuk mendukung analisis selama
· proyek berlangsung.
2. Prototipe ada dua jenis : low-fidelity dan high-fidelity.jelaskan perbedaan keduanya!
Low vs high-fidelity prototypes
Fidelity : mengacu pada tingkat kerincian dengan produk akhir.

Low-fidelity ==>prototype tidak terlalu rinci.
High fidelity==> prototype seperti produk akhir.
Low-fidelity prototypes Characteristics
· Gambaran cepat dari system final.
· Mempunyai fungsi atau interaksi yang terbatas.
· Lebih menggambarkan konsep, perancangan, alternative, dan layout layar di banding
model interaksi pengguna dengan system.
· Mendemonstrasikan secara umum ‘feel and look’ dari antarmuka pengguna.
· Tidak untuk memperlihatkan secara rinci bagaimana operasi system aplikasi.
· Digunakan pada awal siklus perancangan.
· Memperlihatkan kosep pendekatan secara umum tanpa harus membuang banyak
tenaga, biaya dan waktu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s