udara siliran

banyak cerita menyedihkan,haru,senang yang terdapat di bumi siliran ini memendam asa menjadi satu rasa kebersamaan mengenal berbagai karakter,mendapat kekeluargan yang baru begitu segar udara siliran hingga menyejukan rongga-rongga jiwa yang telah mati alangkah indahnya allah menciptakan bumi siliran yang tentram akan erotisnya sang alam menandakan rakyatnya makmur dan  lohjinawi,tak terasa 1 bulan telah berlalu meninggalkan bekas kesedihan yang tiada tara bagi kami kenapa harus ada kata perpisahan sungguh ini sangat menyakitkan bagi kami meninggalkan orang-orang terdekat kami di bumi siliran.“ada awal pasti ada akhir” itulah kata sang maestro dunia sangat medalam  pemaknaanya dan menyentuh hati-hati yang luka,semoga kita di kemudian hari menjadi lebih dari keakraban menjadikan keharmonisan dalam menjalin roda kehidupan yang mash ada,membangun komunitas dalm komitmen,hanya bertujuan untuk memajukan umat meningglkan kepentingan nafsiyah semoga saja terlaksana amin ..

kenang kenangan di negri siliran nan ayu dan elok akan alamnya :

foto yang lain menyusul ..

 

 

 

Iklan

ISTANA SUTERA DI DALAM LUKISAN

Terik matahari membakar punggungku dan bapak. Kulitku seakan-akan masuk kedalam rimbunan api. Sampai merasuki tulang belulangku. Ku kuras semua tenagaku untuk mendorong gerobak bertumpukan batu ini. Kaki dan tanganku bagai layang-layang putus talinya. Ku coba tuk semangat dan tetap semangat. Aku dan bapak terus mendorong gerobak ini. Kami ikuti alur jalan dari sungai Grindulu menuju ke kampungku. Kami berjalan sambil tertatih-tatih. Hingga tubuh kami bermandikan keringat. Demi berdirinya istana impian kami. Namun aku sudah tidak kuat lagi. “Pak, capek pak..haaahh… haaahh…haaahh..” rengekku dengan nafas ngos ngosan, “Istirahat sebentar ya Pak?” pintaku sambil mengusap keringat yang mengalir di wajahku. “Ya, kita istirahat di sini saja.” kata bapak sambil meletakkan gerobak di bawah rerimbunan pohon yang melambai-lambai. “Alhamdulillah, akhirnya bisa istirahat juga..anginnya sepoi-sepoi Pak..” ujarku. “Iya nduk1 udaranya sejuk sekali disini.” balas bapak dengan mengambil sebotol air minum, Lanjutkan membaca “ISTANA SUTERA DI DALAM LUKISAN”

untukmu hawai kekasih

Aku percaya jodohku sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh,maka aku tak perlu mengkhawatirkannya..
Jika dia memang jodohku, maka ia pasti akan mengenaliku.. Mengenali tulang rusuknya yang hilang..
Jika memang jodohku ada di dunia ini,ia pasti akan datang bersama QadarMu untuk menjemputku..

Jalan untuk menjemput jodoh ada 2 :
Mau diambil dari jalan HALAL ataukah jalan HARAM… Yang beda adalah keberkahannya…

Ya Allah,jika jodohku masih jauh maka dekatkanlah..
Jika jodohku sudah dekat,maka mudahkanlah pertemuan kami..

Untukmu seseorang pilihan Allah Azza Wa Jalla,dimanapun kamu berada saat ini, aku berdo’a semoga Allah memudahkan jalanmu untuk menjemputku menuju keHALALan ikatan yang diridhaiNya agar keberkahan dariNya terasa dalam indahnya cinta kita..

Ku nantikan saat halal bersamamu..
Dari : Seseorang yang mencari tulang rusuk yang hilang

kesaksian iblis…

Rasulullah bersabda: ”Tahukah kalian siapa yang memanggil?” Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu”. Beliau melanjutkan, “itu iblis, laknat Allah bersamanya. ”Umar bin Khattab berkata: “izinkan aku membunuhnya wahai Rasullulah”. Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik”.

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi. Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin”, Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT sebagai makhluk terlaknat, apa keperluanmu?”

Iblis menjawab: ”Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa”.

“Siapa yang memaksamu?”

“Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata: Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.” Lanjutkan membaca “kesaksian iblis…”

Engkau Habiskan Dengan Apa Masa Mudamu?

Banyak hal yang ingin kulakukan untuk mengobatinya. Andai saja aku mampu menggunakan setiap detik nafasku untuk terus mengagumi dan memujaNya. Aku ingin menjadi lebih baik, dan selalu ingin menjadi lebih baik, walau sebagai manusia aku pasti lebih banyak lupa daripada ingatnya, lebih banyak bikin dosa daripada menabung pahala. Aku selalu cemburu dan iri bila bertemu dengan mereka yang begitu taat dan cinta pada Allah. Ya, karena aku selalu berfikir orang-orang seperti mereka pasti sangat disayang Allah, pasti Allah lebih sayang mereka daripada aku, mereka begitu mendekat pada Allah, dan Allah pasti akan seribu kali lebih mendekat lagi pada mereka. Sedangkan aku? Berbuat maksiat saja masih sering kulakukan.

Hari ini aku menyengajakan diri untuk bersilaturahim ke sebuah tempat yang sesungguhnya sejak lama ingin kudatangi. Tempat itu bernama rumah Qur’an. Rumah itu terletak di antara rumah warga lainnya. Sekilas tak ada yang spesial dengan rumah itu. Rumah itu begitu sederhana. Namun yang membedakan dan membuatnya berbeda dengan rumah-rumah lainnya tentu saja ayat-ayat suci Al Qur’an yang terlantun tiada henti dari bibir para gadis yang menempati rumah ini.

Cinta Itu Akan Manis Bila Pada Waktunya

Setiap orang pasti pernah yang mengalami jatuh cinta. Sekuat apapun kita menghindarinya, pasti akan pernah merasakannya. Karena perasaan tak pernah bisa diingkari dan dibohongi.

Terkadang cinta akan membutakan segala2nya.
Seseorang akan rela menyerahkan apapun demi orang yang dicintainya.
Inilah gambaran remaja pada zamang sekarang,yang tidak bisa menempatkan cinta pada tempatnya. Lanjutkan membaca “Cinta Itu Akan Manis Bila Pada Waktunya”

Hati yang luka

Aku bukanlah bintang yang menerangi gelap malam. Dan bukanlah daun kering yang berserak ditiup angin. Aku adalah seorang pengembara yang sedang menyusuri dan mencari pelangi di balik kabut hitam. Yang ingin kujumpai di hujung harapan ku adalah lantera jiwa. Obor kehidupan yang menerangi setiap langkahku.
Aku adalah tarikan nafas lautan. Aku adalah airmata langit. Aku adalah senyuman bumi. Begitu juga cinta, adalah tarikan nafas dari lautan perasaan, airmata langit dan senyuman dari bumi sang jiwa.Setiap kali aku letih melangkah, aku berhenti sejenak untuk sekadar mencium harummu. Kusandarkan tubuh ini dan kuselimuti diriku dengan
senandung merdu. Senandung yang juga dinyanyikan oleh sungai dan hutan. Saat jiwaku lapar, kusinggahi rumah di setiap jalan yang ku lalui. Kuketuk rumah-rumah mereka dengan loceng-loceng kehidupan. Aku
hendak menyemaikan benih bunga jiwa yang akan membawa impianku sampai ke langit dan kuyakini langit akan memberikan apa yang dinamakan cinta. Tetapi yang kudapati rumah-rumah itu telah terisi sepasang jiwa yang sejatinya-ingin kucari. Lanjutkan membaca “Hati yang luka”

arti sebuah kesempurnaan

Seorang lelaki yang sangat tampan dan sempurna merasa bahwa Tuhan pasti menciptakan seorang perempuan yg sangat cantik dan sempurna pula untuk jodohnya. Karena itu ia pergi berkeliling untuk mencari jodohnya. Kemudian sampailah ia disebuah desa. Ia bertemu dengan seorang petani yg memiliki 3 anak perempuan dan semuanya sangat cantik. Lelaki tersebut menemui bapak petani dan mengatakan bahwa ia ingin mengawini salah satu anaknya tapi bingung; mana yang paling sempurna.

Sang Petani menganjurkan untuk mengencani mereka satu persatu dan si Lelaki setuju. Hari pertama ia pergi berduaan dengan anak pertama. Ketika pulang,ia berkata kepada bapak Petani,”Anak pertama bapak memiliki satu cacat kecil, yaitu jempol kaki kirinya lebih kecil dari jempol kanan.” Lanjutkan membaca “arti sebuah kesempurnaan”

kisah ibu dan anak

Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya, ia adalah sebuah hal yang memalukan. Ibuku menjalankan sebuah toko kecil pada sebuah pasar.

Dia mengumpulkan barang-barang bekas dan sejenisnya untuk dijual, apapun untuk mendapatkan uang yang kami butuhkan. Ia adalah sebuah hal yang memalukan.

Pada suatu hari di sekolah. Aku ingat saat itu hari ketika ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa ia melakukan hal ini kepadaku? Aku melemparkan muka dengan rasa benci dan berlari. Keesokan harinya di sekolah.. “Ibumu hanya memiliki satu mata?” dan mereka semua mengejekku. Lanjutkan membaca “kisah ibu dan anak”

pesan ibu

Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa-gesa memasuki sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Setelah memesan makanan, seorang anak penjaja kue menghampirinya, “Om, beli kue Om, masih hangat dan enak rasanya!”

“Tidak Dik, saya mau makan nasi saja,” kata si pemuda menolak.

Sambil tersenyum si anak pun berlalu dan menunggu di luar restoran.

Melihat si pemuda telah selesai menyantap makanannya, si anak menghampiri lagi dan menyodorkan kuenya. Si pemuda sambil beranjak ke kasir hendak membayar makanan berkata, “Tidak Dik, saya sudah kenyang.”

Sambil terus mengikuti si pemuda, si anak berkata, “Kuenya bisa dibuat oleh-oleh pulang, Om.”

Dompet yang belum sempat dimasukkan ke kantong pun dibukanya kembali. Dikeluarkannya dua lembar ribuan dan ia mengangsurkan ke anak penjual kue. “Saya tidak mau kuenya. Uang ini anggap saja sedekah dari saya.” Lanjutkan membaca “pesan ibu”